Teleskop Speculoos khusus mencari planet di bintang katai coklat


Science | 5 March 2019

Teleskop SPECULOOS ditempatkan di gurun Atacama Chile.

Teleskop bertugas untuk melihat langit di wilayah selatan.

SPECULOOS adalah singkatan Search for habitable Planets EClipsing ULtra-cOOl Stars.

Artinya teleskop khusus untuk mengobservasi planet habitat tapi mengorbit di bintang yang lebih dingin.

Teleskop SPECULOOS menjadi bagian badan observasi ESO milik Eropa.

Disana ditempatkan 4 robot teleskop untuk berburu planet. Dengan target bintang berukuran kecil dan ada planetnya.

Bukan bintang merah atau Red Dwarf, tapi bintang coklat atau katai coklat yang cahayanya sangat redup.

Bila ditemeukan, proses analisa akan dilanjutkan dengan teleskop ukuran besar seperti ELT yang juga dimiliki ESO.

Ditempatkan di ketinggian 2518 meter, pertama kali di uji coba akhir tahun 2017.

Penelitian pencarian planet terkendala dengan jumlah instrumen. Dan jumlah bintang di Bima Sakti mencapai miliaran bintang. Dimana beberapa bintang kemungkinan memiliki beberapa planet mengorbit.



Ke 4 teleskop SPECULOOS terbagi dengan nama nama bulan di Jupiter seperti IO, Europa, Ganymede, dan Callisto.
Satu teleskop memiliki cermin utama dengan lebar 1 meter dan dilengkapi sebuah camera yang sangat sensitif terhadap gelombang cahaya inframerah.

Umumnya cahaya inframerah tampak dari bintang katai coklat. Dan bintang katai coklat memiliki jumlah paling banyak setelah bintang berukuran katai merah.

Teleskop Speculoos khusus mencari planet di bintang katai coklat

Gambar pertama dari teleskop Specullos, seperti gambar dibawah ini.
Mengabadikan sebuah galaksi NGC 6902. Letak galaksi tersebut berada 120 juta tahun cahaya dari Bumi. Terletak di konstelasi Sagittarius atau The Archer.

Sebuah galaksi dengan bentuk spiral dan bagian tengah lebih padat. Keunikan galaksi tersebut memiliki sisi luar dengan warna biru.
Percobaan menangkap galaksi NGC 6902 mengunakan teleskop Ganymede.

ngc 6902

Tentang teleskop SPECULOOS

Berita terkait
Pembangunan teleskop dengan sensor dan lensa terkuat. Teleskop Large Synoptic Survey Telescope (LSST) nanttinya akan berdiri di Chile. Smartphone tahun 2020 akan memiliki sensor 100Mpix, camera profesional 100Mpix. Yang ini memiliki ketajaman 3,2Gpixel atau setara memasukan gambar 1500 video HD.

Teleskop Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) hanya mencari planet pada jarak 200 tahun cahaya. Foto 200 ribu bintang pertama, yang jaraknya hanya 300 tahun cahaya dari bumi. Data terus berlanjut sampai 2 tahun diperkirakan dapat memetakan 26 segmen.



Teleskop radio SKA selesai dibangun, setelah tahun 2016 memperlihatkan gambar pertama dari 25% kekuatan teleskop radio. Menjadi teleskop paling sensitif di dunia untuk memetakan langit dengan gelombang radio, dan menangkap paling detil dari sebelumnya. Salah satu yang dicari adalah jejak gas hidrogen.

Spektrograf adalah instrumen untuk memisahkan cahaya dengan berbagai panjang gelombang. ESO membawa teknologi instrumen yang disebut Espresso untuk berburu planet berbatu seukuran bumi. Membutuhkan 4 teleskop berkerja bersamaan

Bila mendapatkan gambar dari teleskop Alma, bentuknya tidak seperti foto teleskop optik. Karena teleskop Alma adalah teleskop radio terbesar di ketinggian 5000 meter. Alma memiliki 66 antena presisi tinggi, terbesar dengan jarak 16km

Apa yang dicari oleh teleskop Hera, adalah waktu dan kejadian ketika 13 miliar tahun. Masa tersebut atau ketika 13 miliar tahun lalu, alam semesta belum terbentuk banyak bintang untuk membuat galaksi. Hera akan mempelajari bagaimana benda benda yang terkena perubahan dilingkungan waktu itu.

Teleskop Array Murchison Widefield menangkap galaksi Bima Sakti dalam 12 warna. Tidak itu saha, setiap titik sinyal radio yang tertangkap juga mewakili galaksi yang lebih jauh. Dimana frekuensi radio telah mengalami perjalanan miliaran tahun untuk ditangkap oleh teleskop saat ini



Teleskop DragonFly dibuat murah. Mengandalkan telezoom lensa komersil dan dipasang Array 10 unit sekarang 24 lensa telezoom. Teleskop Dragonfly dibuat oleh tim universitas Toronto, lebih murah dibanding membangun ruang observasi teleskop tapi biayanya sudah seharga satu mobil

Tim peneliti Harvard Smithsonian Center mengumumkan sebuah tata surya ditemukan dengan 3 bintang. Bahkan satu bintang terlihat stabil dikelilingi oleh planet. Awalnya terlihat satu bintang, tetapi penelitian lebih lanjut ada 2 bintang biner. Dan terakhir malah ditemukan 3 bintang.

Teleskop ruang angkasa WFIRST, disebutkan memiliki 100x lebih kuat dari Hubble. Teleskop WFIRST memiliki tujuan khusus. Bukan mengamati benda terjauh, tapi yang dekat saja. Khususnya mencari planet diluar tata surya kita.

Teleskop ALMA menangkap tata surya baru HD 142527, dimana disana sedang terbentuk cakram protoplanet. Tetapi ada yang unik di tata surya ini, karena memiliki dua matahari yang juga terbentuk bersamaan. Disebut juga sebagai tata surya dengan bintang biner.




No popular articles found.