Bicara render video ada bagian yang disebut Bit Rate dan Pass, setting tersebut untuk menentukan kualitas video.

Maksudnya apa tuh Bit Rate, itu loh yang sering muncul kotak setting sebelum proses render video. Angka sebagai parameter seberapa besar ukuran video yang akan dibuat.

Lalu apa yang dimaksud Pass. Kalau yang ini kalkulasi dari software, biar ukuran video lebih kecil tapi kualitasnya tetap bagus tapi memerlukan proses 2 kali.

Bila tertarik mendapatkan informasi dari teknologi encoding video atau membuat video resolusi tinggi. Misalnya untuk video di Youtube, Vimeo atau untuk edit video menjadi DVD. Dibawah ini dapat cerita panjang dari video encoding.

Fitur 1 pass dan 2 pass juga tersedia di format MP4. Tetapi kualitas tidak berpengaruh, karena format MP4 H.264 memiliki beberapa varian. Termasuk high bit rate yang jauh lebih tinggi.
Sedangkan di format DVD hanya terbatas sampai kualitas video maksimum 9MB/s

Yang dijelaskan pada artikel ini

  • Fungsi pilihan Bit Rate
  • Encoding video dengan 1-pass dan 2-pass
  • Bit Rate dinamis mempengaruhi kualitas gambar, lalu metode apa yang terbaik.

2 format video dengan kompresing yang umum dipakai DVD/MPG2 dan MP4/AVC. Kedua format video memiliki settint constant dan variabel


Option DVD MP4 Variable and Constant Bit Rate


Sebelum menjelaskan tentang video, perlu diketahui tentang Bit Rate

Bit Rate adalah besarnya setiap ukuran file setiap frame perdetik. Contoh 30 frame gambar video bisa dibatasi dalam MB/s, angka tersebut disebut Bit Rate.

Bitrate adalah batas maksimum sebuah video dan audio, agar tidak melewati batas bitrate yang ditentukan.
Misal kita membuat file DVD dengan 30fps, dengan kompresi bitrate maksimum 6.000Mbps
Setiap frame akan diturunkan sampai batasi 6.000Mbps
Dampaknya bila tingkat detil gambar tajam dan lebih berwarna akan di kompres sesuai batas tersebut.
Bila kita kecilkan lagi angka kompresi Bitrate ke 3.000Mbps, maka detil gambar dapat turun separuh dan gambar sebuah video menjadi kurang tajma

Sistem ukuran Bit Rate dibagi 2, variabel dan tetap / constant (Fix).

CBR atau Constant Bit Rate.

Setting ini membuat ukuran file video "tetap" di setiap frame video. Dan mengambil ukuran file paling maksimum selama proses kompress video.
Kekurangan, bila proses render video dibuat dengan setting terlalu besar, bisa saja gambar video ternyata bisa dibuat lebih kecil tapi menghasilakn file video ukuran besar..

Kebalikannya, bila gambar besar (resolusi tinggi / detil tinggi) tapi di tekan agar di kompress lebih kecil, gambar video akan terlihat kurang baik dan kehilangan detil


VBR / Variable Bit Rate atau Average Bit Rate.

Di Audio kompresi, seperti MP3 memiliki fitur VBR dan CBR seperti juga di beberapa format video memiliki setting maksimum dari rata rata bitrate..

CBR audio sebagai Constan Bit Rate
Artinya semua suara di kompres ke format MP3 dengan konstan bit rate. Misal memproses suara 320Bitrate maka semua suara akan dimasukan ke ukuran tersebut. Hasil suara MP3 akan menghasilkan ukuran file lebih besar. CBR lebih tepat untuk file audio master yang tetap mempertahankan kualitas suara. Tidak ada detil yang kurang, sesuai batas maksimum kompresi audio dengan tingkat nada yaitu Hz.

VBR audio sebagai Variable Bit Rate
 File suara yang dirubah ke MP3 nantinya mengikuti kebutuhan bit rate. Bila setting ini dipilih, maka bagian Bitrate akan terlihat naik turun, dari 320bitrate, kadang terlihat ke 200bitrate. Software melakukan encoding (kompresi) dengan menganalisa kebutuhan bit rate suara yang dirubah ke MP3 secara fleksibel.

Dengan VBR dapat mengurangi ukuran file audio MP3, khususnya suara musik yang berjalan lambat dan tidak banyak detil instrumen. Sangat diuntungkan untuk menurunkan ukuran file lebih kecil
Tapi ada kekurangannya bila musik berjalan cepat, instrumen / nada yang cukup banyak.

Maka ada detil suara mungkin yang terlewatkan.
Setting VBR sendiri memiliki opsi apakah setting dibuat sangat agresif untuk memperkecil file audio, atau tetap menjaga kualitas suara tapi mempertahankan bagian yang perlu saja untuk di kompresi.

Setting VBR di audio cocok untuk mereka yang tidak terlalu membutukan kualitas suara terbaik, tapi membutuhkan suara dinamis.
Setting CBR di audio lebih cocok bagi mereka yang tidak mau kehilangan suara apapun dan proses kompresi dibuat seoptimal mungkin.

Video memiliki 2 opsi, dengan setting maksimum, rata rata / dibuat terbatas pada limit tertentu (format encoding video).
Sedikit berbeda dengan audio, video memiliki tingkat kompresi variabel.

Untuk setting ABR (Average Bit Rate) biasanya dikelola oleh software. Bila di set dengan Average. Mengambil batas maksimum, misalnya 8Mbps.

Selebihnya gambar dibuat dinamis di bawah angka tersebut sesuai kualitas video. Besar kecil video tidak bisa diatur, hanya bisa diperkirakan berapa output maksimum yang akan dicapai
Kadang encoding software seakan menaruh di bagian depan dan belakang video, agar batas kompresi tidak melewati batas maksimum bitrate.
Kadang bitrate disetiap frame tidak konstan, dapat naik diatas rata rata yang ditentukan tapi dapat juga turun.

VBR lebih umum digunakan untuk software vidoe editing di PC. Ukuran tiap bit video akan berfluktuasi, dan dibatasi dari minimum, rata rata (avg) dan maksimum Bit Rate yang ditentukan. Misalnya memilih Bit Rate 4Mbps Avg dan 10Mbps Max serta 1Mbps Min. Maka setiap ukuran bit video akan berada di rentang tersebut. Setting Avg menjadi angka utama atau nilai tengah.

Keuntungan dengan teknik VBR. Ukuran file menjadi lebih kecil dibanding CBR bahkan jauh lebih kecil ketika video dapat di kompress dapat lebih kecil ketika gambar tidak banyak bergera.



Kekurangan. Memerlukan proses untuk memperkecil  untuk mengoptimalkan gambar. Bila nilai tengah (Avg) terlalu kecil, video akan di render dapat memunculkan artifak atau kualitas videonya sangat terlihat turun. Jadi hati hati mengunakan batas angka kompresi video di VBR.

Baik VBR dan CBR mengunakan teknik render sekali jalan atau single pass.

Ada metode tambahan agar kualitas lebih bagus, yaitu 2 Pass atau 3 Pass.
Ini adalah fitur koreksi ketika melakukan encoding video.

Satu lagi opsi untuk mengkoreksi encoding video disebut Multi Pass (2-Pass atau 3-Pass).

Proses 2-Pass menjanjikan kualitas video lebih kecil dan membutuhkan proses encoding video 2x. Proses pertama akan di catat pada log video encoder. Data referensi video pertama untuk menganalisa proses video kedua.
Seakan proses render video atau encoding video dilakukan 2 kali bahkan 3 kali.

Format apa yang memiliki Multi Pass seperti 2-Pass.
Beberapa format yang mendukung dari MPG-2 (termasuk DVD), DivX, Xvid dan H.264 atau MP4.

Untuk kita yang ingin mengedit video dan memproses dalam bentuk video akhir bisa mengunakan beberapa opsi agar video tetap bagus, tapi tidak mengurangi kualitas gambar. Selanjutnya diberikan contoh efek proses encoding video dengan perbedaan Bit Rate dan berbeda Pass untuk kualitas gambar