Perbandingan rendering dengan perbedaan Bit Rate dan multi pass.

Untuk test render video berbanding kualitas dibagi antara proses CPU, perbedaan bit rate dan Pass proses.
Mengunakan gambar foto dengan resolusi 16Mpix format JPG resolusi maksimum, dan di konversi ke video MP4.

Mengunakan foto 16Mpix dijadikan video,  di crop akan dibandingkan dari perbedaan bit rate dan multi pass berbeda. (zoom gambar)



Rendering video mengunakan CPU.

Mengunakan 2 Pass dengan bit rate yang tepat (10MBps Max - 4 MBps Avg). Hasil video cukup baik (gambar bawah kanan tengah).
Untuk render video paling baik mengunakan setting maksimum (10Mbps Max - 10Mbps Avg). )




Setting terbaik untuk render video

  • Cara membuat video dengan kualitas baik seperti coba coba, khususnya untuk menekan ukuran file agar lebih kecil. Angka Bit Rate sangat menentukan kualitas video yang di render.
  • Setting terbaik untuk kualitas gambar dari rendering video hanya menjamin kualitas video dengan bit rate yang tepat. Misalnya video HD 1920x1080 akan optimal dengan bit rate 8-9Mbps
  • Bila mengunakan settting Variabel, terpenting dengan Bit Rate adalah nilai Avg atau bit rate rata rata. Angka Avg terlalu kecil akan menurunkan gambar video.
  • Aktifkan De-Blocking untuk menekan munculnya Artefact
  • Proses render video dengan CPU lebih akurat walau lebih lambat.
  • Setting video sebaiknya mengikuti setting minimal berdasarkan format video. DVD misalnya membutuhkan setting maksimum 9.5Mbps, sedangkan rata rata bisa mengunakan 4-6Mbps. MP4 seperti AVC dan H.264 tidak kurang dari 8Mbps.
  • Paling penting, lihat sumber video aslinya. Bila kualitas video sangat baik, lebih tepat mengunakan angka bit rate besar. Kualitas gambar yang cerah dan tajam memberikan kualitas terbaik. Khususnya rekaman dari camera DSLR, setting bisa diawali dari camera.


Lalu setting dimana setting terbaik, sepertinya harus banyak melakukan eksperimen

  • Bila tidak memerlukan detail gambar di video. Setting bit rate lebih kecil tentu tidak masalah, dan kekurangan kualitas pada video tidak terlihat berbeda. Gangguan gambar seperti Artifak berbentuk kotak kecil atau bintik putih tidak banyak terlihat. Untuk video Youtube atau Vimeo, sebesar apapun video yang dibuat. Nantinya akan di proses kembali sesuai setting mereka. Walau sudah di upload dengan file besar, kebanyakan penonton disana tidak mengclick HD atau hanya di resolusi 360-480p sudah cukup. Tapi di era broadband, ukuran file HD menjadi standar minimum karena detil gambar lebih baik.
  • Untuk kualitas video terbaik, saran terbaik mengunakan bit rate Avg yang tepat.
  • Sebagus apapun sumber video lalu di edit dan di proses menjadi video pasti mengalami degradasi gambar. 
  • Untuk mempertajam gambar dari video DSLR. Ada baiknya setting camera di rubah khusus untuk video. Dengan menaikan ketajaman gambar di Set Picture Control dan disimpan di setting camera.
  • Setting Multi Pass dengan 2-Pass sangat membantu mempertahankan kualitas gambar video. Kadang dapat memperkecil ukuran file video, secara umum file video akan lebih besar.
  • Yang mana yang terbaik, 2 pass atau 1 pass. Bila video yang anda lihat sudah cukup baik dengan 1 pass tentu tidak masalah. Kecuali anda khawatir dengan detil gambar dan memiliki waktu untuk proses render, bisa melihat bit rate, dan meningkatkan dengan 2 pass.

Lalu apa jawaban yang tepat. Belajar dari pengalaman adalah yang terbaik, untuk mendapatkan setting yang kita butuhkan agar mendapatkan kualitas video yang tepat.