Bagaimana cara mengisi baterai smartphone lebih cepat.

Pertanyaan menarik bagi kita penguna smartphone. Setiap hari harus mengisi baterai smartphone 1-2-3 jam.

Adaptor charger, kabel USB dan smartphone sangat berhubungan ketika mengisi baterai smartphone.

Untuk mengisi baterai smartphone lebih cepat, ke 3 komponen tersebut membutuhkan perangkat tersendiri.
Khususnya kabel sebaiknya mengunakan kabel berkualitas.

Ketiga komponen tersebut menentukan apakah sebuah adaptor Fast Charger dapat bekerja dan memberikan power lebih besar pada arus USB port ke microUSB.

Bila smartphone mendukung Fast Charger, adaptor charger memiliki ouput besar. Tapi salah mengunakan kabel USB, dan hanya memberikan arus 500mAh, pengisian baterai smartphone tetap lambat.



Beberapa pabrikan menawarkan kabel Fast Charger berkualitas. Termasuk kemampuan untuk tranfer data, dan mengisi smartphone dengan ampere lebih tinggi dibanding kabel USB biasa.

Harga kabel Fast Charger tidak murah
Harga kabel Fast Charger rata rata diatas 70 ribu bahkan sampai 200 ribu. Tapi memberi garansi kabel mereka mampu dilewati arus 2.000mAh atau lebih. Atau kabel Fast Charger dari beberapa model charger premium
Tetapi harga kabel Fast Charger juga ditawarkan lebih murah mulai dari 20 - 50 ribu. Biasanya tidak mengunakan kabel nylon atau seperti kabel USB standar. Bedanya isi kabel lebih tebal.
Untuk saran, bila memiliki smartphone kapasitas baterai besar dan sudah mendukung pengisian cepat / Fast Charger. Dan anda sudah memiliki charger dengan output 1,5A -  2A.
Dapat membeli kabel tipe Fast Charger Premium.

Disini bukan untuk membuat kabel sekelas tersebut.

Tapi kita mencari solusi mengapa mengisi baterai smartphone lambat. Yang disebabkan kabel USB yang digunakan adalah kabel USB standar.

Bagaimana membuat kabel USB menjadi USB Fast Charger. Dan memanfaatkan charger arus besar untuk mempercepat pengisian baterai smartphone.

Setidaknya memberikan power ke smartphone diatas arus power yang diberikan kabel USB biasa.

Teknik membuat kabel Fast Charger microUSB

Ketika kabel USB ke microUSB biasa terhubung ke smartphone.

Arus yang power hanya di rentang 5V 500mAh. Beberapa kabel mampu memberikan arus 1000mAh.

Hanya beberapa kabel USB yang berkualitas memiliki kemampuan mengalirkan arus diatas 1000mAh. Seperti kabel microUSB premium yang dapat dilewati arus 2.000Ah bahkan lebih.



Walau mengunakan adaptor charger Fast Charger ampere besar sampai 3000mAh, arus tersebut akan dibatasi sistem pengisian baterai smartphone.
Bila smartphone mampu menerima arus DC sampai 1000mAh atau lebih. Pada kenyataannya smartphone tidak sampai / menerima power besar tersebut karena tahanan di bagian kabel.

Umumnya sistem pengisian baterai pada smartphone menganggap adanya pemakaian kabel USB standar
Untuk keamanan hanya mengijinkan power masuk ke smartphone terbatas sampai 500mAh saja.

Agar smartphone mengetahui bahwa kabel yang digunakan tidak berhubungan untuk tranfer data dengan computer.
Dapat memodifikasi kabel USB biasa seperti kabel USB Fast Charger, caranya dengan menghilangkan jalur kabel data, dengan menghubungkan kabel data di bagian port micro USB.

Seperti diagram gambar pertama dibawah ini, jalur USB ke microUSB 2.0 standar mengunakan 4 kabel. Disebut kabel USB data atau kabel USB standar.

Gambar kedua, jalur kabel USB ke microUSB di modifikasi. Dengan mengabungkan kabel putih dan hijau menjadi satu, kabel USB standar dapat menjadi kabel Fast Charger ( "kemungkinan" ).

Bila jalur kabel hijau dan putih tidak tersambung, maka smartphone kembali membatasi penerimaan power DC dan ampere seperti semula.

Cara membuat kabel Fast Charger smartphone

Seperti detil dibawah ini. kita mengunting bagian luar kabel, gunting bagian yang dekat ke konektor microUSB.

Lihat isi kabel USB, terdiri 4 jalur kabel di dalam kabel USB
Kabel USB warna hitam dan merah adalah jalur power DC 5V
Sedangkan kabel USB berwarna hijau dan putih umumnya adalah kabel untuk tranfer data.

Gabungkan kabel hijau dan putih, untuk menonaktifkan kabel data yang terhubung ke port microSD.





Untuk mengaktifkan kabel USB Fast Charger

Seperti gambar dibawah ini

• Bila kabel hijau dan putih tidak digabung. Mengunakan adaptor Fast Charger (1000mAh atau lebih besar) untuk mengisi baterai smartphone, smartphone hanya menerima arus 5V 500mAh. Walau charger yang digunakan memiliki output 5V 1000mAh atau 5V 1500mAh

• Bila kabel hijau dan putih digabung (short). Maka smartphone dapat menerima power charger lebih dari 1000mAh.



Perbedaan pengisian baterai cepat dengan kabel Fast Charger.

Apakah benar merubah kabel hijau dan putih pada kabel USB dapat menjadi kabel Fast Charger USB.

Gambar pertama, terlihat kabel hijau dan putih di dekat port microUSB yang terbuka. Arus DC yang diterima smartphone untuk mengisi baterai hanya 180mAh ditambah pemakaian power smartphone sendiri mencapai 420mAh (untuk power LCD, CPU dan lainnya).
Total power yang masuk dari charger 1500mAh tapi digunakan sistem pengisian baterai smartphone hanya 600mAh. Dan pengisian baterai hanya 180mAh. ketika layar smartphone aktif.

Gambar kedua, terlihat perbedaan ketika kabel hijau dan putih dari microUSB ditutup atau close (short). Maka smartphone akan menerima arus sampai 1.420mAh.
Dari aplikasi Ampere Android, baterai sedang di isi dengan arus 1000mAh, dan power smartphone sekitar 420mAh. Total power yang digunakan oleh smartphone dari adapter charger mencapai 1420mAh.

Kedua test diuji mengunakan modifikasi kabel dan charger yang sama.

Pada gambar terlihat perbedaan arus power DC ketika kabel data yang dekat ke port microUSB terbuka dan terhubung.



Untuk membandingkan perbedaan antara kabel USB standar menjadi kabel Fast Charger USB. Dapat dilihat video dibawah ini.

Mengunakan kabel yang sama, tapi berbeda input 2 power adaptor berbeda. Terakhir dengan perbandingan kabel yang telah mendukung USB Fast Charger

Test pertama, mengunakan kabel modifikasi dengan adaptor charger Xiaomi MDY-03-EB sertifikasi Qualcomm QC 2.0. Dengan output maksimum 5V/DC 2000mAh

Test kedua , mengunakan kabel modifikasi dengan adaptor charger Xiaomi MDY-08-ES Non sertifikasi Qualcomm QC 3.0. Dengan output maksimum 5V/DC 3000mAh

Test ketiga, mengunakan kabel USB Fast Charger TP-Link dari Power Bank dan adaptor charger Xiaomi MDY-03-EB.
Smartphone yang dipakai untuk test pengisian baterai, mengunakan standar Qualcomm QC 2.0 dengan batas input maksimum 5V/DC 1.500mAh.

Pengalaman ini dapat dilihat pada video dibawah. Memperlihatkan beberapa charger berbeda dengan teknik modifikasi kabel USB OTG / Fast Charger.



Catatan untuk modifikasi kabel USB standar menjadi kabel USB Fast Charger

Sebelum lebih jauh, kita bicara pahitnya terlebih dahulu.
Keberhasilan membuat kabel USB Fast Charger tidak menjamin 100% berfungsi seperti apa yang di uji diatas.
Karena kabel USB yang anda gunakan mungkin berbeda kualitas dengan yang kami coba.

Jadi jangan memaksakan merusak / mengunting kabel USB anda, dan resiko tidak bekerja bahkan merusak perangkat anda sendiri.
Akan lebih hemat bila anda mendapatkan kabel USB premium, dibanding kabel yang anda modifikasi ternyata tidak memadai.

Ketika anda mengunting kabel dengan teknik diatas, kabel USB anda tidak akan berfungsi untuk kabel data. Karena jalur kabel data telah diputus seperti gambar diatas..

Beberapa pelajaran yang kami dapatkan dirangkum dalam beberapa point dibawah ini.

Membuat Fast Charger perangkat yang dibutuhkan
Membutuhkan perangkat adaptor charger dengan output setidaknya 5V/DC 1.000mAh dan smartphone yang mendukung pengisian cepat.
Rata rata smartphone dapat menerima arus 5V/DC 1.000mAh.
Harga charger 2A rata rata dijual sekitar Rp.40.000 - 50.000 (seperti unit yang diuji).
Pengisian baterai cepat bekerja ketika kapasitas baterai dibawah 80%. Setelah kapasitas 80%, sistem pengisian baterai akan melambat.

Kualitas kabel USB.
Tidak semua kabel USB standar dapat dimodifikasi dan dilewati arus diatas 500mAh. Seperti kabel USB dari Power Bank murah kadang hanya berisi tembaga tipis, berbeda dengan kualitas kabel USB Fast Charger original.

Pastikan kabel yang ingin di modifikasi memiliki kualitas baik, caranya dengan menguji dengan aplikasi Android Ampere (dapat dicari di Google Play Store) sebelum memotong kabel. Atau anda dapat membuat kabel baru dengan kualitas yang anda inginkan.

Panjang kabel


Kabel USB standar panjang atau pendek lebih baik ?.
Dijawab semakin pendek kabel, kemungkinan dapat di modifikasi menjadi kabel USB Fast Charger.

Umumnya bagian luar kabel USB yang baik, memiliki ukuran lebih besar, dan di dalamnya memiliki kabel tembaga lebih tebal.
Jangan berharap mengunakan kabel USB bawaan charger palsu, kabel USB power bank murah atau kabel berkualitas rendah dengan ukuran kabel yang kecil. Disain kabel mengunakan isi kabel sangat tipis (separuh dari isi kabel USB berkualitas).

Waktu pengisian baterai dan arus power ke smartphone dengan teknik kabel modifikasi Fast Charger
Hasilnya akan berbeda beda. Mengunakan 2 charger berbeda saja dengan kabel dan smartphone yang sama. Memberikan arus power pengisian baterai berbeda.
Jadi tidak menjanjikan pengisian baterai lebih cepat dapat sama bila mengunakan adaptor fast charger berbeda model.

Pengetahuan untuk membuat kabel USB menjadi kabel Fast Charger dapat dijadikan pelajaran.
Setidaknya kita mengetahui kesalahan, penyebab smartphone dan adaptor charger sudah mendukung Fast Charger, tetapi pengisian baterai smartphone tetap lambat.
Fast Charger ini dapat dimanfaatkan bila smartphone tidak memiliki opsi mengaktifkan Fast Charger

Masalah pengisian baterai smartphone lambat dapat disebabkan USB kabel bukan diperuntukan bagi pengisian cepat.
Tidak semua smartphone dapat bekerja dengan teknik diatas, termasuk model smartphone Samsung
Bila kita dapat membuat kabel USB menjadi kabel Fast Charger. Kita dapat memanfaatkan untuk mengisi baterai power bank lebih cepat dengan charger Fast Charger.
Bila kita tidak ingin mengambil resiko dan membuang waktu untuk membuat sebuah kabel Fast Charger. Banyak produsen yang menjual kabel Fast Charger berkualitas dan dipastikan akan bekerja dengan baik.
Hati hati ketika mengunakan charger dengan arus besar, khususnya port microUSB pada smartphone anda. Ketika anda mengisi baterai smartphone dengan 1.5A 5V/DC setara 7,5W, 2A 5V setara 10W.

Bila anda memiliki charger yang baik dengan output 1A keatas. Dan smartphone anda bekerja dapat menerima arus 1A.
Tapi pengisian baterai smartphone anda lambat. Cobalah diperiksa dengan Android Ampere seperti keterangan video diatas.
Siapa tahu, masalahnya hanya di kabel USB yang tidak mampu dilewati dengan arus ampere besar. Dan arus charger adaptor tertahan sampai 500mAH saja sampai di smartphone anda.

Artikel ini dapat dijadikan referensi. Tentunya resiko ada di tangan penguna.

Baca juga dengan kualitas kabel AWG