Bagaimana menaikan voltase baterai, tentu dengan perangkat step up volt DC ke DC.

Beberapa board ada di pasaran mengunakan chip mosfet untuk menaikan tegangan power DC, tapi ukuran rata rata cukup besar. Karena dirancang untuk arus besar.

Bila kita membutuhkan alat untuk menaikan voltase baterai ke voltase lebih tinggi. Apakah ada disain chip mosfet untuk menaikan voltase  baterai lithium atau power USB ke voltase 6V, 9V atau 12V.

Intinya, arus tidak terlalu besar, chip hemat power, tapi mampu menaikan tegangan baterai yang kita butuhkan.

Beberapa disain board step-up voltase dibuat kecil dengan mosfet / voltase regulator ukuran kecil.
Board dapat mengatur output voltase, sambil mengisi baterai lithium, dan menaikan tegangan voltase DC.
Sehingga dapat dirakit menjadi satu unit baterai dengan output yang di Step-up

Board HW-357, J5019, AC01

Dirancang untuk menaikan voltase DC ke DC.
Tapi dengan arus ampere kecil, katanya sampai 2A.

Entah dari mana cara menghitungnya, kira kira bila voltase baterai 4V dapat di step up ke 8V 1A.
Kira kira input yang dibutuhkan dengan 4V mencapai 2A
Bila voltase dan ampere 9V 100mA, dari 4V baterai lithium tidak memberi beban terlalu besar mungkin sekitar 200-250mA


Diagram tegangan voltase baterai ke 6V 9V 12V HW357 J5019 AC01

Beberapa nama mengunakan disain yang sama. Board HW-357, J5019, AC01 model lain serta tanpa label
Disain board menaikan tegangan voltase tersebut terlihat sama

Board untuk menaikan tegangan voltase HW357 J5019 AC01

Spesifikasi board menaikan tegangan DC HW-357, J5019, AC01
Fungsi menaikan tegangan voltase baterai atau USB
Rentang voltase input 4.5V - 8V maksimum dapat berfluktuasi, disarankan maksimum 7,5V

Output voltase 4,3V - 27V, voltase output konstan. Disesuaikan dengan potensio.
Arus output 2A
Charging baterai 1A, test 500mAh
Spesifikasi mungkin berbeda dengan pemakaian sebenarnya.

Bila ingin merancang baterai dengan menaikan voltase, board yang dicoba memberikan output konstan.
Misal dipasang satu baterai lithium 4.2V untuk menaikan voltase ke 6V sebagai penganti 4 baterai AA/AAA.

Board step-up dapat di set nilai voltase yang dibutuhkan, misal memberikan output tegangan 6V, 9V, 12 V. Tergantung kebutuhan kita, yang di atur dengan potensio /  tripod kecil.

Pastikan sebelum memasang board untuk Step-Up voltase, di periksa terlebih dahulu output voltase dengan multitester atau voltase meter.
Alat ini mutlak diperlukan agar terhindar kerusakan perangkat bila voltase output terlalu besar.

Bila baterai terhubung ke board, maka power baterai akan dipakai perlahan untuk posisi stand-by. Sama seperti powerbank yang perlahan mengambil power baterai.
Power board mengunakan arus 5mA, konsumsi power tersebut untuk stand-by
Dapat ditambahkan switch pada koneksi baterai ke board, bila tidak ingin baterai habis atau sistem baterai yang dapat dilepas.

Internal power konsumsi 5mAh


Cara kerja HW-357, J5019, atau AC01
Melihat disain board memiliki arus masuk dan keluar serta pengisian baterai.
Kita dapat membuat beberapa konfigurasi

1 Step Up baterai ke DC
Menaikan voltase baterai sesuai kebutuhan misal satu baterai lithium memiliki voltase 3,6 - 4,2V.
Dapat memberi power ke voltase lebih tinggi dengan board Step-up, misal 6V atau 9V DC.

2 Step Up power ke DC
Dapat diguakan untuk menaikan power voltase USB 5V atau voltase DC lain misal panel surya, adaptor dengan rentang 5-7V.


Dan output ditingkatkan lebih tinggi dari tegangan DC yang masuk.

3. Charger baterai.
Tentu tidak perlu dengan alat ini, tapi fungsi alat Step-up memiliki sistem charger untuk baterai lithium.

4. Kombinasi
Dari input misal 5V DC USB, mengisi baterai lithium dan output DC sebagai Step-up.
Sambil memberikan power ke perangkat yang membutuhkan voltase lebih tinggi.
Bila arus power DC masih mencukupi, dapat dialihkan untuk mengisi arus baterai atau charging baterai lithium.
Ketika arus DC dinonaktifkan misal dari tenaga surya tidak mendapatkan cahaya, atau melepas power DC dari adaptor. Otomatis power baterai akan mengantikan untuk memberi power ke perangkat.

Cara jalur koneksi board HW357 J5019 AC01

Lampu indikator W-357, J5019, atau AC01


Status Charger Lampu Red Merah Lampu Green Biru
Charge / mengisi Menyala Mati
Charge selesai Mati Menyala
Baterai Low, High, tidak terpasang Mati Mati
Pin baterai konek ke 10u kapasitor, tidak ada baterai Berkedip Berkedip


Dibawah ini sebagai gambaran diagram board step-up
Mengunakan power DC dari USB 5V mengerakan fan dengan voltase 9V.
Sementara fan bekerja dengan power lebih tinggi dari 5V yang dinaikan ke 9V
Board akan mengisi baterai lihtium.

Baterai ke 9V DC


Power baterai 4.16V dalam kondisi baterai full charge.
Dapat memberikan power ke fan dengan arus kecil tapi voltase mencapai 12V
Board menaikan voltase baterai untuk mencapai 12V agar fan dapat berputar sesuai spesifikasi pada 12V/DC



Baterai lithium 4.2V ke 12V DC

Disain dibawah ini untuk board yang disetting Step-up 6V
Mengantikan power DC 4 baterai AA total 6V.
Dengan perangkat baterai Step-up, baterai lithium 4.2V/DC dapat dinaikan tegangan setara arus baterai 6V.

Gambar menaikan voltase baterai ke 6V 9V 12V



Beberapa konfigurasi dari sistem kerja board Step-up.
Power baterai memberikan voltase lebih tinggi dengan board Step-up
Bila board Step-up terhubung ke sumber power lain seperti USB 5V, artinya power akan diambil dari USB ke output.
Sekaligus board akan mengisi baterai, bila kapasitas baterai belum full charge.
Pengisian baterai lithium mencapai 500mAh (test).
Bila board Step-up terhubung perangkat lain melalui output DC. Maka power DC dari power 5V atau sumber input power lain akan dinaikan oleh Mosfet. Bila arus dari adaptor 5V cukup besar, arus akan diberikan ke output dan baterai. Jadi bekerja bersamaan, output dari 5V dinaikan oleh board untuk power ke perangkat lain, dan kelebihan daya akan masuk ke baterai.
Ketika power dari USB dilepas, otomatis power mengambil dari baterai.

Board MT3608

Board modul menaikan tegangan MT3608 lebih praktis
Langsung sebagai Step-up voltase DC ke DC
Harganya paling murah, tidak lebih dari Rp.7.500 perunit

Perangkat modul MT3608 memiliki spesifikasi yang perlu diketahui
Input Current maksimum 2Ah, tapi sangat disarankan hanya 1Ah.
Output voltase step-up dari 5V -28V
Output minimum mulai dari 5V atau lebih tinggi
Input voltase 2V minimum.

Tingkat paling efisien
Pada voltase diatas 12V dengan efisiensi perubahan energi DC ke DC mencapai 90%
Untuk 5V atau lebih rendah, paling stabil pada arus / current 200mAh dengan tingkat efisien DC ke DC.

Perangkat akan mengambil power dari input seperti baterai atau adaptor 5V. Tapi sangat rendah, test menunjukan hanya mengkonsumsi 5mAh.
Bila dipasang sebuah baterai lithium, baterai dapat bertahan sampai 7 hari sampai power baterai digunakan sendiri oleh board MT3608.
Tapi itu hitungan perkiraan, bisa saja lebih lama bila kapasitas baterai lebih besar.

Cara mengunakan board MT3608
Tinggal diberikan input
Set berapa output voltase untuk perangkat dengan multimeter dengan memutar tripod untuk penyesuai voltase output.
Dan hubungkan power dari modul ke perangkat

Dibawah ini disain board MT3608
Kiri bagian output
Tengah adalah tripod untuk setting output menaikan tegangan
Kanan port USB bila mengunakan power 5V, atau input dari power lain melalui 2 pin negatif dan positif.

Pastikan input positif dan negatif tidak salah. Kesalahan memasang input dapat merusak board langsung.

Cara menaikan tegangan 4v atau 5V ke 6V 9V 12V

Modul MT3608 untuk 5V ke 6V.
Mengunakan adaptor 5V dari USB, output dari board dapat di set ke 6V.

Menganti power 4 baterai AA dengan 5V USB atau baterai 4V ke 6V MT3608

Fungsi lain untuk charger baterai 9V NiMH
Dapat mengunakan board MT3608, bila anda malas mengunakan charger baterai 9V.
Set output power di 8,9V untuk batas aman baterai, dengan voltase lebih rendah maka baterai akan lebih awet.
Hubungkan output ke baterai sesuai pin positif dan negatif.
Tunggu sekitar 30-40 menit, bila baterai tidak kosong cukup 10-15 menit.
Setelah pengisian, baterai akan terisi dengan voltase 8,9V

 Cara mengisi baterai 9V NiMH MT3608

Dibawah test untuk modul MT3608 untuk menaikan tegangan



Bagian yang perlu diperhatikan

Dari spesifikasi yang tertera, spesifikasi board tidak memiliki proteksi overcharge. Baterai akan di drain sampai voltase rendah. Setidaknya sampai turun ke 2V bila dibiarkan. Untuk mencegah baterai lithium cepat habis dapat ditambah switch On/Off.

Disarankan untuk pemakaian arus rendah (mAh) pada perangkat. Bila perangkat membutuhkan beban voltase tinggi dengan arus besar, kemungkinan board tidak stabil dan voltase dapat naik turun. Bagian voltase regulator menjadi sangat panas.
Jadi pastikan board hanya digunakan untuk menaikan tegangan voltase baterai untuk perangkat arus kecil (hitungan mAh saja). Misal multimeter, fan mini, penganti power baterai AA, AAA atau NiMH. Walau dalam spesifikasi tertera output mencapai 2A

Disarankan mengunakan charger rendah cukup dengan adaptor charger dengan input 500-1000mAh, untuk menghindari panas pada chip.

Jangan terjadi salah pasang, atau terjadi short. Kemungkinan dapat merusak board, karena board tidak memiliki sistem proteksi.

Disarankan mengunakan baterai tipe protected. Bila baterai di drain terus menerus, maka internal proteksi baterai dapat aktif.
Juga kondisi short (korsleting baterai), maka baterai dapat mencegah pelepasan arus yang dapat merusak komponen. Atau terjadi hal yang tidak di inginkan.

Terakhir. disain board Step-Up dalam bentuk sirkuit terbuka. Anda tahu apa yang anda lakukan walau power voltase DC.
Bila anda mengunakan baterai lithium, pelepasan energi besar dari baterai dapat berbahaya, termasuk terjadi kerusakan pada perangkat.
Pastikan memeriksa output voltase dari board dengan multimeter, pastikan disain yang anda buat tidak terjadi short pada arus board input, output, baterai dan sistem kabel sampai konektor yang anda pakai.
Kami berusaha memberikan informasi sebaik mungkin untuk menjelaskan sistem kerja board Step-up ini. Kerusakan, salah disain dan hal yang tidak kita inginkan ada di tangan anda.