Artikel ini dirilis sebagai petunjuk, bagaimana mengatur pengisian baterai dengan alat baterai charge controller
Bukan memberikan saran atau sebuah solusimembuat rangkaian baterai charger control dengan seri XH charger kontrol.
Diperlukan karateristik tipe baterai, adaptor charger dan pengukuran voltase untuk mengunakan perangkat board ini.

Perangkat XH-M601 atau QW 24 adalah perangkat untuk kontrol voltase baterai
Perangkat mengatur sebuah relai untuk on dan off, berdasarkan voltase atas dan bawah.

Perangkat baterai control atau baterai limiter, digunakan agar baterai lebih awet.
Accu yang di sering charge terus menerus, walau kapasitas baterai penuh dengan voltase maksimal. Baterai accu akan lebih cepat rusak.

Baterai Lithium yang di charger sampai 4.2V dapat berdampak lebih parah. Usia pakai baterai akan turun mencapai separuh dari usia pemakaian biasa. Disebut baterai stres atau baterai terus dipaksakan untuk menerima power.


Fungsi alat baterai charger control seperti XH-M600, XH-M601, XH-M602, XH-M603 atau XH-M604 dan varian lain QW 024
Mengisi baterai ketika baterai mulai kosong, dan berhenti mengisi ketika voltase baterai penuh tercapai.

Fungsi pertama untuk menghentikan pengisian baterai, ketika voltase baterai mencapai tingkat tertentu.
Tujuannya, untuk menghentikan arus charger yang masuk ke baterai agar tidak overvoltage.

Fungsi kedua sebaliknya, ketika voltase baterai turun baik didiamkan atau power baterai digunakan.
Setelah voltase turun artinya waktunya untuk mengisi ulang baterai dan controller charger akan aktif mengisi baterai.
Alat dapat menditeksi voltase baterai dan mengaktifkan relai untuk mengisi baterai kembali.

Dampak membatasi arus masuk selama pengisian baterai
Manfaat agar baterai tidak di charger terus menerus, atau dibatasi pengisian sampai voltase tertentu dan lebih rendah dibanding voltase full charge
Usia baterai akan bertahan lebih lama, seperti baterai Lead Acid atau baterai accu dapat mempertahankan energi lebih baik.
Seperti anda ketahui, lampu emergency mengunakan baterai Accu. Usianya jarang melewati 2 tahun dan baterai drop. Walau karena sistem lampu akan terus mengisi baterai sampai keadaan siap pakai atau full charge

Pada baterai lithium dapat mempertahankan usia pemakaian baterai, dalam arti menampung energi berbanding usia pakai baterai.
Bila di charger sampai 80% saja sampai voltase 4.1V (bukan dipaksakan sampai 4.2V Full Charge)

Usia baterai dapat mempertahankan daya tampung energi naik 2x lebih lama, atau 2 kali lebih lama
Bila di turunkan lagi sampai 70% kapasitas baterai atau hanya di charge sampai 4V, daya tampung energi baterai menjadi 4x lebih lama untuk menampung energi dibanding mengisi baterai dengan Full Charge 4.2V

Bentuk perangkat dibuat dengan ukuran kecil dan besar.

Dari 5 model yang ada, memiliki fungsi berbeda. Ada yang di rancang langsung terhubung ke arus listrik untuk mengkontrol adaptor charger.
Dan model lain untuk menditeksi voltase langsung ke baterai melalui voltase DC

Semuanya sama, board seri XH bertugas menditeksi voltase baterai tidak melewati batas maksimum dan mengisi kembali ketika voltase baterai mulai turun.

Disain juga berbeda beda. Ada yang dibuat dengan display untuk menunjukan voltase baterai
Setting dengan tombol yang memudahkan, yang lain harus di set khusu dengan resitor

Perbedaan antara beberapa model charger baterai controller
- XH-M600 rentang 6 - 60V
- XH-M601 QW-024 rentang 12-14V (unit yang dibahas dalam artikel ini)
- XH-M602 untuk 220VAC
- XH-M603 rentang 12 - 24V
- XH-M604 rentang 6 - 60V

XH-M601-qw-024-xh-m600-xh-m600-xh-m602-xh-xh-m603-xh-m604

XH-M600, model pertama untuk kontrol charger adaptor DC ke baterai. Seperti M604 tapi rentang voltase lebih besardari 6 - 60V

XH-M604, M603 untuk kontrol voltase baterai lead acid atau accu.

XH-M602, dirancang untuk pengisian baterai lithium dan accu. Untuk kontrol power charger Dengan memutus power charger. Rentang paling lebar dari 3,7 - 120V/DC

XH-M601, dirancang untuk charger baterai 12V. Dapat digunakan untuk kontrol pengisian baterai lithium dan Accu.

XH-601 atau QW-024 ini paling untuk dari 4 model charger baterai controller.
Tidak memiliki display, tidak ada tombol, mengunakan satu chip tunggal, dengan ukuran board paling kecil.
XH-M601 memiliki relai dengan koneksi 2 pin, untuk Normal Open.


QW-024 dengan 3 pin untuk relai Normal Close dan Normal Open

Dibawah ini model QW-024 dengan 3 pin relai, untuk NC dan NO dirancang untuk relai DC. Power relai terhubung ke pin relai, yang artinya mengunakan power DC.
Sedangkan model XH-M601 hanya 2 pin relai untuk NO

XH-M601-qw-024 battery controller

Selanjutnya hanya dibahas unit baterai charger kontroller XH-M601 atau QW 024

Bagaimana cara kerja rangkaian baterai controller seri XH-M601 atau QW 024

Board charger controller akan memonitor voltase baterai. Dan mengambil power dari dari baterai untuk sistem monitoring.

Ketika baterai mulai drop, board akan mengaktifkan relai.
Membuka jalur arus masuk untuk mengisi baterai. Misal memberikan arus masuk dari charger ke baterai, atau mengaktifkan adaptor charger dari listrik untuk mengisi baterai
Ketika arus dari rangkaian pengisian baterai sudah mencapai voltase tertentu seperti yang ditentukan.
Board akan memutus arus dengan menghentikan kerja relai kembali seperti biasa. Arus yang masuk ke baterai akan terputus, atau menonaktifkan adaptor charger bekerja.
Board baterai charge controller akan menunggu kembali sampai voltase baterai turun.

XH-M601-qw-024 rangkaian baterai charger control board

Cara setting XH-M601 dan QW 024

Ini yang tidak diceritakan dari XH-M601 atau QW-024, karena settingnya sangat rumit bila kita sudah kehilangan dimana posisi PR sebelumnya. Dan harus diset sendiri.
Dari semua model yang memudahkan, pengaturan dapat diatur dengan tombol dan terlihat pada display.

Sedangkan perangkat board XH-M601 dan QW 024 tidak ada.
Di petunjuk hanya diberikan keterangan mengatur 2 potensio RP1 dan RP2 (PR-potensiometer resistor) untuk posisi voltase atas dan bawah.
Kenyatannya tidak seperti itu, bila kita memutar potensio dan membuat kehilangan setting awal.
Akhirnya kita tidak tahu bagaimana setting perangkat XH-M601 / QW 024 dan perangkat tidak bekerja seperti yang diberikan pada petunjuk, bahkan chip controller 555 menjadi panas.

Dibawah ini cara setting yang kami temukan. Untuk tahap awal setting XH-M601 dan QW 024 dari 2 potensi unit PR





Peralatan yang dibutuhkan untuk belajar setting XH-M601 dan QW 024
Multimeter atau volt meter, tanpa voltase meter kita tidak tahu berapa voltase yang akan diatur. Karena berbeda dengan 4 model lain yang memiliki display.
Pengatur voltase, seperti voltase adjusment untuk mendapatkan simulasi voltase yang anda inginkan untuk mengatur voltase atas dan bawah.

Kendala mengunakan baterai charger kontroller.

Mengatur voltase bawah untuk pengisian
Voltase baterai menunjukan kapasitas baterai. Voltase baterai yang turun berarti baterai mulai kosong atau kapasitas baterai turun.
Tidak masalah ketika mengatur voltase bawah dari semua perangkat seri XH.
Karena perangkat akan menditeksi voltase langsung dari baterai. Bila baterai perlu di charger ketika voltase 11V, sensor board dapat menditeksi voltase dari baterai dan menghubungkan relai untuk mengalirkan arus charger ke baterai.

Mengatur voltase atas.
Ini yang berbeda. Ketika baterai di charger artinya baterai terhubung dengan unit adaptor charger.
Voltase baterai yang turun misalnya 11V, ketika di charge akan menunjukan 12V atau voltase dari adaptor charger.

Untuk Accu / lead acid baterai tidak masalah, karena rentang voltase mencapai 13,5-13,8V dan maksimum pengisian voltase di 14V.
Karena perangkat dirancang untuk pengisian baterai tersebut.

Baterai lithium 12V agaknya berbeda, harus diketahui berapa voltase yang akan kita atur. Baterai lithium memiliki voltase lebih sensitif.

Bila voltase adaptor charger mengisi baterai menunjukan 12V, artinya baterai belum full charge atau belum tentu menunjukan setiap sel baterai sudah 4V (4V x 3 = 12V.
Voltase yang terditeksi adalah voltase 12V dari adaptor charger.
Kita harus mengetahui karateristik power dari adaptor charger lithium dan baterai lithium yang digunakan untuk menentukan batas atas voltase dengan kapasitas baterai. Caranya, tentu saja dengan uji coba, dan memastikan pada voltase berapa ketika baterai sudah mulai mencapai kapasitas tertentu, dengan petunjuk dari voltase charger ketika mengisi baterai.

Apakah adaptor charger menunjukan 12,4V berarti sudah 80% kapasitas baterai.
Atau ketika adaptor charger mencapai 12,6V, berarti baterai sudah mencapai 80%.

Contoh satu baterai pack lithium 12,6V dengan 3x3 baterai.
Ketika di charger dengan adaptor charger 2Ah khusus untuk baterai lithium menunjukan voltase baterai dan voltase ketika di charger dibawah ini

Rentang voltase baterai 11,4V - 11,7, voltase charger ketika mengisi baterai 12V/DC
Rentang voltase baterai 11,8V dengan voltase tiap sel 3,9V maka voltase charger menjadi 12.1V/DC. Mungkin voltase 12,1V dari adaptor charger ketika mengisi baterai dapat di set sebagai voltase atas.

Bila adaptor charger di charger untuk baterai pack 12V dengan 3x1. Hasilnya akan berbeda dengan baterai 3x3.
Jadi kita harus memastikan terlebih dahulu, berapa voltase atas yang diberikan oleh adaptor charger ketika mengisi baterai.
Setelah itu baru di dapat dengan adaptor charger dan baterai yang sudah di test, tinggal di kalibasi agar charger menghentikan pengisian.

Disini kita tidak dapat mengetahui berapa voltase yang sedang terhubung antara charger dan baterai
Tipe adaptor charger juga berbeda, terlebih model smart charger.
Ukuran power adaptor charger juga berbeda.
Charger lithium 12V unit kecil 1Ah akan memberikan voltase lebih tinggi keitka mengisi baterai
Dibanding adaptor charger lithium 2Ah akan mengunakan voltase sedikit lebih rendah.
Menganti tipe adaptor charger akan menghasilkan angka berbeda.

Apakah bisa untuk kontrol voltase dibawah 12V

Hasil test yang dilakukan juga menarik. Board model QW 024 dapat bekerja sampai 9V, dan relai dapat aktif
Setelah voltase 8V bekerja, tapi relai tidak mendapat power yang cukup. Karena dari pabrikan diberikan relai tipe 12V.

Spesifikasi NE555 chip controller.
Dari spesifikasi Texas Instrument, pembuat chip NE555 yang dipakai pada board XH-M601 dan QW 024.
Chip membutuhkan voltase kerja 4,5-16V/DC

Ringkasan kelebihan XH-M601 dan QW 024
  • Pengoperasian ketika idle hanya membutuhkan 0,3mAh, dibanding unit dengan display membutuhkan 20mAh karena power baterai juga digunakan untuk display LED yang selalu aktif.
  • Kelemahan penguna harus menempatkan voltase meter sendiri dengan kisaran harga 15.000. Dan setting tidak semudah model board lain yang memiliki tombol setting. Kedua model hanya mengunakan trimpot / RP.
  • Hati hati bila melakukan setting, chip NE555 mungkin menjadi panas akibat salah setting. Perhatikan bagian tersebut di awal setup board ketika menyesuaikan batas voltase atas dan bawah
  • QW 24 memiliki 3 pin relai Normal Open dan Normal Close, sedangkan model M601 dengan 2 pin relai.
  • Dirancang untuk kontrol baterai 12V dengan rentang sekitar 2-3 V untuk atas dan bawah. Kemungkinan relai tidak bekerja dengan voltase rendah. Pastikan voltase yang dipakai cukup untuk sistem relai, walau dapat relai dapat diganti dengan voltase sesuai kebutuhan.
  • M601 dan QW 024 menjadi board paling murah dari semua model board baterai kontrol charger

Bila anda tertarik membuat rangkaian charger baterai kontrol. Agar baterai lebih awet dan tidak terus di charge penuh.
Perangkat seri XM untuk kontrol pengisian baterai dapat bermanfaat.
Tapi ketahui bagaimana cara kerja dari rangkaian yang anda buat, bila mengunakan baterai tipe lithium yang memiliki karakter berbeda dibanding baterai Accu. Kami tidak menyarankan pengunaan alat sederhana ini, karena tidak memiliki display dan sulit disetting. Sebaiknya mengunakan board dengan display voltase.
Itu saja.