Motherboard model lama dengan procesor yang hanya memiliki USB 2.0.
Tentu menarik karena chipset Intel ketika itu hanya menawarkan USB 2.0.
Pabrikan motherboard menambahkan chip USB 3.0 agar motherboard mendapatkan perangkat harware USB 3.0.

Seperti chip Renesas (NEC), VIA VL, AV Media dan lainnya, motherboard dapat memiliki USB 3.0 setidaknya 4 port dari tambahan chip, didampingi port USB 2.0 yang ada dari chip control motherboard

Ketika USB 3.0 tampil, mungkin kita tidak tertarik mengunakan karena harga hardware relatif mahal.
Beberapa tahun berlalu, masih kecepatan tranfer Flash Disk cukup dengan USB 2.0

Sekarang computer lama kita masih bekerja dengan baik. Walau computer model lama, dengan menambah SSD akan terasa lebih cepat.
Beberapa perangkat Flashdrive lebih murah, Display USB sudah ada dengan harga terjangkau, video capture lebih murah dan perangkat lain yang mendukung USB 3.0.

Harga Flash Disk misalnya sudah turun signifikan, bahkan harga Flash Disk dengan USB 3.0 sudah lebih murah bahkan kapasitas yang besar. Dibanding ketika Flash Disk USB 2.0 dengan kapasitas 8GB atau 16GB, sekarang Flash Disk 32GB jauh lebih murah dan mendukung kecepatan tranfer dengan USB 3.0.

Keuntungan tentu saja kecepatan tranfer, naik dari 30-40MB/s Flash Disk Premium untuk write data menjadi 70MB/s. Dan kecepatan Read hampir setengah dari kecepatan harddisk, sekitar 100MB/s

Ketika memerlukan port USB 3.0, ternyata motherboard kita memiliki port tersebut.

Setelah hardware dipasang, misal memasang Flash Disk 3.0 untuk tranfer data. Kecepatan terlihat lambat, hanya dikisaran 30MB - 50MB/s saja. Lalu apa yang salah, apakah flash disk yang lambat, atau port USB 3.0 yang tidak aktif.

Setelah diperiksa ternyata port USB 3.0 masih bekerja di USB 2.0. Dengan keterangan High Speed USB 2.0.
Jadi USB 2.0 saja yang aktif di seluruh port yang tersedia baik di port USB 3.0 dan USB 2.0 hanya bekerja dengan kecepatan USB 2.0.

USB 3.0 tidak tampil dan tidak aktif

Bagaimana mengaktifkan USB 3.0 chip onboard di motherboard.

Disini sebagai gambaran bila motherboard yang mendukung USB 3.0 dari chip tambahan.

Mungkin kita lupa, bila motherboard ternyata tidak mengaktifkan port USB 3.0

Caranya bisa di coba masuk ke BIOS cari bagian xHCI dan Enable atau Auto.

Keterangan setting ada dibagian bawah artikel ini.

Setting BIOS xHCI untuk USB 3.0 Super Speed

Bila setting xHCI Enable, baik OS Windows 7, 8, 10 dapat mengunakan port USB 3.0 Super Speed.

Setelah diaktifkan, dapat di periksa kembali di menu Control Panel - System - Device Manager - System Device
Lihat di bagian  tersebut apakah muncuk USB 3.0

Bila sudah ada, artinya port USB dengan tanda biru sudah aktif dan bekerja dengan Super Speed.

Setting USB 3.0 aktif di motherboard lama

Dibawah ini setting BIOS motherboard untuk mengaktifkan USB 3.0



Catatan buat backup di BIOS, dan tidak merubah  setting lain.
Bandingkan dari daftar USB dari Control Panel - Device, dari setting awal dan setelah di rubah dengan mengaktifkan xHCI.

Bila motherboard sebelum perubahan setting tidak dapat menginstall driver Intel(R)_USB_3.0_eXtensible_Host_Controller_Driver
Dapat di coba kembali setelah merubah setting BIOS xHCI.

Dibawah ini keterangan setting xHCI Mode

BIOS Setting USB 3.0 xHCI
XHCI Mode = Disabled
On board USB 3.0 hanya berfungsi sebagai USB 2.0

XHCI Mode = Enabled
On board USB 3.0 hanya berfungsi sebagai USB 3.0



XHCI Mode = Auto
Port USB 3.0 bekerja sebagai USB 2.0 sebelum OS load driver
Setelah masuk ke OS Windows, port USB 3.0 aktif.

XHCI Mode = Smart Auto
Bila motherboard memiliki setting Smart.
Port USB 3.0 tetap berfungsi sebagai USB 2.0.
Perbedaan fitur Smart, lebih cepat dari Auto ketika boot kedua kali.
Tapi pastikan bila mengaktifkan mode tersebut, computer sudah menginstall driver USB 3.0 di OS Windows.