SSD kecepatan tranfer latency dan IOPS


Hardware | 22 July 2014

Membeli SSD bukan hanya kecepatan tranfer, semua fitur SSD sudah memasukan beberapa kecepatan dari latency, kecepatan tranfer dan kecepatan IOPS. Ke 3 spesifikasi tersebut harus masuk dalam satu kesatuan performa sebuah SSD.

Lalu apa yang dimaksud dengan Troughtput, latency dan IOPS.

IOPS
Jumlah IOPS atau input dan output per detik merupakan angka penting kemampuan SSD. Angka IOPS semakin besar maka performat SSD semakin baik.

Troughtput
Adalah kecepatan tranfer maksimum yang dapat dicapai sebuah chip memory ke CPU. Baik untuk memory, storage harddisk dan storage SSD sampai jaringan LAN.
Hitunganyanya seperti angka MB/s atau Mbps.  Data tranfer menjadi penting untuk storage. Tapi harus didukung dengan perangkat lain seperti penulisan dan membaca pada controller SSD. Salah satunya IOPS yang menanganti pengambil data dari dan ke chip storage.

Latency
Latency adalah kecepatan dalam IO Task. Semakin kecil angka latency maka kecepatan SSD akan lebih cepat. Berbeda dengan harddisk latency storage berhubungan dengan kecepatan chip. Sedangkan di harddisk, data di simpan di platter atau piring harddisk yang berputar. SSD memiliki latency konstan dan merata dari seluruh kapasitas SSD. Harddisk dengan kapasitas 1TB mengalami penurunan kecepatan dari sisi awal storage mendekati kapasitas akhir. Misalnya kapasitas 1GB pertama akan menyimpan data lebih cepat dibanding menyimpan file setelah kapasitas harddisk mendekati penuh. Atau membagi 2 partisi sebuah harddisk 1TB, partisi pertama akan menyimpan file lebih cepat dibanding partisi kedua.

Dibawah ini perbandingan Harddisk vs SSD (kiri dan kanan).
  1. Kecepatan IOPS
  2. Kecepatan Troughtput atau kecepatan tranfer
  3. Latency penulisan dan membaca data.



Memilih SSD.
Bagian penting dalam memilih SSD, umumnya melihata kecepatan Read dan Write. Bila kecepatan SSD tertulis memiliki tranfer read dan write diatas 200MB/s, kecepatan tersebut sudah diatas kecepatan harddisk. Umumnya SSD dapat melakukan tranfer data untuk read dan write diatas 450MB/s. Semakin besar semakin cepat penulisan data.



Interface.
Saat ini ada 2 pengembangan secara umum dari jalur yang dipakai SSD yaitu SATA dan PCIe. Kecepatan SSD SATA terbatas sampai 550MB/s, tidak bisa melebihi kecepatan tersebut. Karena SATA memiliki batas maksimum di angka tesebut. Untuk meningkatkan kecepatan SSD storage, produsen mengambil interface atau jalur lebih cepat. Yaitu PCIe, kecepatan tranfer melalui satu jalur (Per Lane) ini mencapai :
  • PCIe v1.x 250 MB/s
  • PCIe v2.x 500 MB/s
  • PCIe v3.0 985 MB/s (standar yang dipakai sampai 2014)
  • PCIe v4.0 1969 MB/s



Tinggal dikalikan sebuah SSD tipe PCIe mengunakan versi PCIe ke berapa. Misalnya versi ke 4 dan motherboard mendukung dengan versi yang sama. Maka SSD mampu mentranfer data minimum sampai 1,9GB/s untuk setiap lane. Bila mengunakan 4 lane cukup dikalikan 4. Walau kecepatan tersebut masi sebatas teori, karena kembali akan terhambat oleh bottleneck dari IOPS dan masing masing kecepatan NAND Chip yang ada.

Dari Anand menjelaskan kecepatan teori yang dapat dicapai oleh SSD. Walau masih sebatas standar dengan teori saja, sementara hardware belum tersedia.


Serial ATA PCI Express
Versi 2.0 3.0 2.0 3.0
Link Speed 3Gbps 6Gbps 8Gbps (x2)
16Gbps (x4)
16Gbps (x2)
32Gbps (x4)
Effective Data Rate ~275MBps ~560MBps ~780MBps
~1560MBps
~1560MBps
~3120MBps (?)

Berita terkait
Evolusi disain SSD memiliki form factor berbeda beda. Dari SATA, M0-297, MO-300, M.2, M.3, NVMe PCIe Express,  dan terbaru Toshiba XFMEexpress (2019) Istilah TRIM, Write Cycles, MTFB SSD atau IOPS. Penting bila SSD M.2 kepanasan / overheating akan menghilangkan semua data.

WD Ultrastar DC SS530 adalah SSD tipe SAS. Tersedia sampai kapasitas 15,36TB dengan kecepatan 440K IOPS paling cepat. Tapi kapasitas lebih kecil memiliki IOPS lebih lambat. Mengunakan DualPort SAS, kecepatan tranfer mencapai 2250MB/s atau setara 4x lebih cepat dari SATA harddisk.



SSD tidak perlu dilakukan defrag, karena sistem kerjanya dengan harddisk. SSD mengunakan sistem TRIM agar SSD lebih awet dan didukung Windows 7 atau versi lebih tinggi. Windows 10 bug masih bermasalah sampai November 2020.

StarTech U.2 NVMe mengunakan jalur yang sama, seperti PCIe 1 atau versi 2. Untuk SSD SATA berukuran 2,5 inci. Adaptor StarTech U.2 NVMe menjadi solusi untuk biaya dan meningkatkan performa SSD. Seperti kebutuhan storage server atau workstation.

Hitachi UltraStar Archive HA10 memiliki kapasitas 10TB. Agak berbeda dibanding harddisk lain, memiliki kecepatan tranfer 150MB/s untuk read, tapi lebih lambat untuk penulisan data (write). Hanya separuh dari kecepatan write harddisk biasa atau sekitar 68MB/s.

Update dari eksekutif Apacer, harga SSD akan turun untuk 256GB mencapai $70. Setidaknya harga tersebut tercapai pada pertengahan tahun ini. Sedangkan 128GB akan mencapai $40. Tidak disebutkan apakah harga tersebut adalah harga pabrik atau sudah di pasar retail

ioDrive Octal memiliki tranfer data 6GB/s dan dapat dikemas sampai 5,12TB dengan single PCIe SSD. Kecepatan tranfer read 12x dari SSD, dan write 8x dari SSD standar 6Gbps.



SSD Toshiba HK3E2 dan HK3R2 dirancang untuk SSD Server atau Enterprise. HK3E2 mengunakan interface 6Gbps dengan daya tahan 3DWPD (Drive Write Per Day. Dapat dimanfaatkan sebagai storage server seperti echange mail server, web server, database server dan lainnya.

Butuh storage raksasa seperti kapasitas 270TB. Saat ini mungkin dapattersedia . Dengan teknologi harddisk 6TB seperti buatan WD atau Seagate harddisk dapat dipasang ke sebuah storage 4U rack-mounting. Tidak perlu dihapus data di harddisk selama setahun

Kingston SSDNow V310 mengunakan controller buatan Phison, kapasitas terbesar sampai 960GB. Kingston SSDNow V310 adalah SSD di kelas SSD murah dengan performa. Kapasitas lain ditawarkan dari 60, 120, 240 dan 480GB.




No popular articles found.