Breathtaking K2 - The World's Most Dangerous Mountain - Eddie Bauer 2019
Mendaki puncak 8.000 m bukan untuk menjadi lemah hati. Dan tahun lalu, pendaki gunung Carla Perez dan Adrian Ballinger berhasil mencapai K2 tanpa bantuan oksigen.
Film pendakian gunung Breathtaking tampil di Youtube 2020. Direkam ketika pendakian tahun 2019.

Mengutip jenis-jenis puncak tanpa oksigen tambahan, upaya berbahaya yang membutuhkan tingkat fokus dan keamanan tertinggi di gunung.

Juni 2020 Eddie Bauer merilis sebuah film bersama Ballinger yang merekam kembali ekspedisi, dengan cuplikan perjalanan K2 yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Rekaman video lebih jernih, film pendek dengan isi yang padat, menceritakan apa yang mereka lakukan menuju puncak K2.

Ballinger dan Perez bertujuan untuk mencapai puncak 8.611m - suatu prestasi yang menempatkan mereka dalam komunitas penjelajah yang jumlahnya lebih sedikit daripada manusia yang telah mencapai ke luar angkasa.
Dalam film tersebut ada 2 rekor baru. Pendaki wanita mencapai 2 puncak ketinggian 8000 meter dalam tahun yang sama, dan menjadi wanita Amerika yang mendaki K2 tanpa bantuan oksigen.
Pendaki pria menjadi orang nomor 4 dari Amerika yang mencapai K2 tanpa bantuan tabung oksigen.

Disebutkan disana amat dingin, teknis, brutal, menuntut kekuatan, dan rumit. Tapi itu juga pengalaman yang indah dan menakjubkan.

Video dibawah ini tentang film dokumenter pendakian ke puncak Savage.

Film The Summit adalah film pendakian gunung dokumenter dari kisah nyata kecelakaan pendaki di gunung K2.

Gunung K2 menjadi gunung tertinggi nomor 2 di dunia.

Memiliki nama Savage Mountain, K2 atau Ghost Mountain.

Di gunung tersebut terdapat beberapa camp.



Camp 1 di ketinggian 5700m
Camp 2 6200m
Camp 3 7100m
Camp 4 7900m adalah camp terakhir dimana batas death zone (daerah batas oksigen tipis untuk manusia bisa bernapas normal) untuk menuju 8000 meter.
Puncak K2 8611 meter

Gunung ini nyaris tidak memiliki permukaan datar. Di setiap camp memiliki ruang terbatas, rata rata hanya memuat 10 tenda, dan dapat menimbulkan konflik antara pendaki yang naik bersama.

Pendakian dalam sinopsi The Summit, di hari tersebut menjadi sebuah bencana yang tidak pernah terlupakan bagi mereka yang selamat.

Cerita film The Summit untuk memberikan gambaran seperti apa bila para pendaki berbeda tim dan negara berada disana.
Naik bersama tapi terjadi kesalahan fatal karena kesalahan sepele. Film ini menceritakan pengalaman dari tragedi yang terjadi dalam 1 hari di gunung tersebut.

Koordinasi dalam bahasa yang salah, masalah di ketinggian, perlengkapan. Lalu tidak bisa turun berakibat fatal. bagi pendaki yang naik ketika itu.

Gunung K2, atau Savage Mountain atau Ghost Mountain

Gunung Everest menjadi gunung tertinggi di dunia. Kecelakaan pendakian di Everest umumnya terjadi karena masalah ketinggian dan waktu.

Hal lain seperti terkena guguran salju ketika mendaki pada musim panas.


Atau diterpa angin setingkat Blizard (badai salju dengan angin suhu sangat dingin) datang tidak diduga di puncak Everest.

Tapi kecelakaan di gunung K2 jauh lebih berbahaya dibanding gunung Everest.
Disini bukan jalur pendakian komersil, bukan jalur pariwisata, tidak banyak Sherpa, pendaki lebih banyak mempersiapkan diri mereka sendiri sebelum menaklukan K2

Karena jumlah pendaki jauh lebih sedikit dibanding pendakian ke puncak Everest yang dikenal sebagai jalur wisata.
Gunung K2 dikenal sebagai jalur pendakian petualang sejati.

Di musim pendakian, di gunung Everest mencapai ratusan orang setiap hari naik.
Tapi di gunung K2 hanya puluhan orang saja dalam satu musim pendakian. Bila terjadi kecelakaan, siapa yang akan menolong.
Rata rata pendaki K2 mengambil di musim panas.

Beberapa pendakian di musim dingin pernah di lakukan.
1987  dan 1988, 24 pendaki dari Polandia, Kanada dan Inggris. Mundur setelah angin badai dan radang dingin menghantam para pendaki.
2002 dan 2003, tim Polandia, Kazakhstan, Uzbekistan dan Georgia termasuk dari tim di tahun 1988. Juga gagal mencapai K2 akibat cuaca buruk di camp 4.
2011 dan 2011, ekspedisi Rusia, juga dibantam angin topan di ketinggian 7.200 meter.
2017 dan 2018. Ekspedisi musim dingin Polandia. Juga di pimpin pendakit elit Krzysztof Eielicki di tahun 1988 dan 2003. 13 pendaki, melalui rute selatan tapi beralih ke rute Abruzzi Spur gagal

Diawali pada tanggal 1 Agustus 2008 terlihat menjadi hari indah dan dimulai pendakian ke puncak K2 Disaster.

Letak gunung K2 berada di perbatasan China dan Pakistan tetapi masih satu pegunungan Himalaya dimana gunung Everest berada.

Gunung K2 bukan gunung seperti Everest yang cuacanya masih dapat ditebak. Gunung K2 adalah ekstrem ditambah kontur yang sulit di daki.

Cerita pendakian dari film Summit mengisahkan beberapa tim pendaki Serbia, Norwegia, Irlandia, Korea dan Amerika Serikat berada pada hari yang sama dan bersiap menuju puncak K2.

Mereka sudah menghabiskan waktu seminggu di basecamp untuk melakukan aklamasi (penyesuaian kondisi ketinggian dan udara bagi tubuh) dan menunggu cuaca cerah.

Mereka harus menunggu waktu terbaik, karena puncak K2 adalah puncak paling berbahaya dan sangat beresiko.
Para pendaki berusaha menjauhi kondisi cuaca dimana dapat terjadi suhu dingin ektrem, badai ekstrem, bottleneck sampai tantangan ketika mendekati puncak gunung yang memiliki gantungan es dan doyan sekali menjatuhkan guguran es ke bawah.

Dalam rencana, para kelompok pendaki ini akan berangkat bersama, setelah melihat beberapa pendaki memiliki tujuan yang sama untuk menaklukan K2.
Dalam sebuah pendakian dengan tim besar tentu para pendaki lebih mudah berbagi tugas, seperti siapa yang membawa perlengkapan lebih dapat terbagi dan dapat dibawa bersama-sama. Intinya membuat barang bawaan lebih ringan dengan kerjasama yang baik.

Tapi kenyataannya tidak seperti itu.

Kesalahan baru diketahui ketika tim pendaki sampai di basecamp 4. Ketika tim pendaki dari Korea tidak memeriksa perlengkapan yang seharusnya menjadi tugas mereka untuk membawa, dan paling fatal ketika waktu yang terlambat bagi pendaki yang harus kembali turun.

Mengapa puncak K2 bisa menelan korban. Seorang sherpa Pemba Gyalje mengatakan seperti ini
"Puncak K2 bukan puncak untuk pendaki biasa, hanya untuk pendaki gunung profesional".
Pemba adalah orang yang berjasa menyelamatkan sebagian tim tersebut, walau sebagian pendaki tidak pulang selamanya.

Katanya, puncak K2 hanya ditujukan untuk pendaki tingkat elit.
"Di gunung ini tidak main main " kesalahan satu langkah kaki, anda jadi kenangan.

Pemba sebenarnya menjadi pendamping rekannya McDonnel, pendaki pertama dari negara Irlandia yang berhasil mencapai puncak. Sayangnya Mc Donnel gagal pulang dan meninggal di gunung.

Awal perjalanan
Cerita diawali sejak berangkat, diceritakan McDonnel dan Pemba sudah merasa ke khawatiran dengan keberadaan satu tim pendaki Korea. Kecemasan mereka akhirnya terbukti.



Menjelang pendakian ke puncak, tim pertama naik jam 12 malam agar mengejar cuaca terbaik.
Disana Pemba sempat melihat tim Korea pada jam 11 malam, kekhawatiran meningkat ketika tim pendaki yang seharusnya bersiap, tetapi pimpinan pendaki Korea malah sedang santai.

Perasaan Pemba si pemandu gunung ini sudah jelas, dan dia mengatakan dalam hati ketika itu "saya harus melakukan sendiri".

Kesalahan lain dari tim dari Korea, mereka terlalu berambisi untuk mencapai puncak tapi menyepelekan tantangan terakhir yang paling di khawatirkan.

Seorang pendaki profesional lain yaitu Rolf menceritakan keraguannya, dan mengatakan kepada Pemba. Sambil mengatakan "Sebaiknya saya turun, mereka terlalu bodoh karena tidak seorang pun tahu dengan waktu". Perkataan jRolf juga terbukti. Disana waktu amat penting untuk mencapai puncak gunung.
Hal yang sama dikatakan pendaki solo, Alberto Zerain. Ketika melihat Pemba sangat memperhatikan keamanan dari seluruh para pendaki.

Sayangnya kekhawatiran Rolf yang seharusnya mengikuti hatinya sendiri dan kembali turun, dia juga menjadi korban reruntuhan salju di rute yang mengantung. Runtuhan salju yang menimpa Roft juga memutuskan jalur pulang. Dimana dari 18 pendaki hanya tersisa 15 pendaki sementara selamat, dan masih berada diatas. Selanjutnya mereka tertahan untuk kembali turun. Tetapi kecelakaan tersebut baru awal.

Pendaki ahli tahu tantangan ketika melakukan perjalanan di area puncak gunung ditas 8000 meter, karena disana adalah zona kematian.
Kandungan oksigen lebih tipis di puncak gunung. Selain resiko oksigen yang tipis, sebenarnya resiko terbesar bukan naik tetapi ketika turun pulang.

Ketika turun semua orang merasa lebih santai, karena baru saja mencapai tujuan.
Satu persatu tragedi dimulai dan kecelakaan demi kecelakaan terus terjadi selama perjalanan turun.

Pemba yang sudah aman di basecamp 4, akhirnya harus kembali ke atas gunung untuk menyelamatkan rekannya Marco Confortola yang turun bersama rekan lain McDonnell.

Mc Donnel yang seharusnya di dampingi oleh Pemba si pemandu, malah sudah hilang setelah Pemba menemukan temannya Confortola.

11 pendaki yang tidak kembali dari K2, seluruhnya lenyap dalam waktu 48 jam sejak dimulai pendakian menuju puncak serta perjalanan turun ke basecamp. Kematian perlahan menjemput satu persatu para pendaki hari itu.

Dapat menjadi pelajaran bagi kita atas pengalaman para pendaki profesional.
Kecelakaan tersebut diawali dari persiapan yang matang tapi tidak dipatuhi oleh para pendaki lain.

Ketika persiapan sebelum dimulai pendakian, sudah diberikan pengarahan kalau pendaki harus bekerja sama dalam satu tim dan solid.
Tim dari Korea yang seharusnya memeriksa semua peralatan sebelum berangkat, tapi tim ini tidak memeriksa perlengkapan penting yaitu tali yang cukup.

Seluruh tim membawa tali, tapi tidak cukup. Akhirnya mereka sampai di puncak dan tragisnya seluruh tim kehabisan tali untuk turun.
Tali yang dipakai bukan untuk ditinggalkan ketika mereka sudah naik, tapi digunakan untuk kembali turun. Dan tali juga digunakan untuk pengaman selama perjalanan, karena rute di K2 adalah dinding es yang licin dan bukan salju.

Dimulai satu pendaki lengah menginjak lapisan es ketika melepas tali pengaman, tapi di lapisan es ada yang mengantung dan dapat lepas. Pendaki  langsung jatuh begitu saja seperti batu dan tergelincir tidak tertahan, langsung meluncur ke bawah dan lenyap.

Menjelang puncak, di camp terakhir para pendaki ini diperparah dengan datangnya badai.

Satu pendaki solo Haselito Bite dari Serbia menceritakan apa yang terjadi ketika badai datang.
Dia tidur di tenda, mendadak tendanya terhempas oleh angin yang kuat dan terlepas, angin membawa semua peralatan dan tenda.

Dia mengatakan, tiba tiba dia sudah berada di luar tenda, sedangkan tendanya pergi terbawa angin.
Beruntung disamping ada 2 tenda dari tim Norit dan dia diselamatkan. Bila dia benar benar sendirian, mungkin sudah beku dihantam badai.

Pendaki asal Korea terjatuh di lintasan paling berbahaya, kembalinya 3 orang meninggal tanpa alasan jelas. 2 Sherpa yang mendampingi tim Korea mengatakan dengan kesal, mereka memerintah seakan sudah membayar nyawa kita.

Sherpa dari Korea di perintahkan oleh Kim pemimpin pendaki dari tim Korea untuk naik keatas dan mencari 3 rekan mereka yang belum kembali turun.
Mungkin yang dimaksud, Kim mengira menganggap enteng segala urusan di gunung dan memerintah para sherpa untuk mencari temannya.
Padahal mereka semua sedang berada di zona kematian.

Disinilah kesalahan sebagian para pendaki gunung K2. Para pendaki terlalu bersemangat dan lupa segalanya, membuat fatal bagi seluruh tim di gunung tersebut. Korban lain dari pendaki Serbia yang tergelincir kebawah. Di daerah Death Zone (di ketinggian dengan oksigen paling tipis), semua menjadi kacau. Tenaga dibutuhkan terlalu besar dengan konsentrasi dan oksigen yang minim. Bernapas harus dialkukan tubuh 3x lebih cepat bahkan lebih dibanding berada di dekat permukaan laut.

Tantangan lain dari ancaman kebutaan di gunung karena mata melihat cahaya dari salju putih, adalah hal paling tragis. Bila mata para pendaki mengalami kebutaan sementara maka pendaki tidak bisa turun tanpa dibantu rekan lain.

Seberapa berbahaya pendakian di jalur pendakigan puncak K2
Angka rata rata para pendaki yang mencapai puncak, 27% pendaki di gunung Savage kabarnya belum tentu pulang kerumah dengan selamat. Walau sudah mencapai puncak, resiko ketika kembali ke bawah lebih berbahaya. Bila turun dan sudah menjelang malam, satu yang ditakutkan adalah guguran es dari puncak gunung. Kejadian menakutkan itu yang terjadi di pendakian pada tahun 2008 tersebut.

Rute pulang mereka hilang, pilihan harus diambil dengan membawa semua pendaki turun dengan satu tali bersamaan. Sampai tim pengawas melihat di Basecamp, ketika terjadi, dan bertanya tanya mengapa mereka turun begitu cepat.

Pemba si Sherpa melihat anggota dari tim Korea kelelahan lalu duduk dan tidak mungkin membawa mereka turun dengan tali bersama sama. Bagaimana mencari tali yang sudah dipasang ketika naik, mendadak tidak terlihat. Mungkinkah para pendaki ini berada disisi lain untuk naik dan berbeda dengan jalur turun. Itu pertanyaan yang terjadi oleh para pendakian ketika itu, jalan untuk turun lenyap begitu saja.

Bagi pendaki tim Norit dari Norwegia merasakan ketakutan luar biasa di ketinggian gunung K2. Mereka akhirnya urung turun lebih awal dan memutuskan untuk menunggu pagi agar mudah melihat jalan dan menemukan tali. Resiko yang dihadapi, mereka harus bermalam di puncak gunung dengan suhu membeku. Akhirnya setelah siang hari, tim Korea tertinggal di puncak gunung karena gagal turun mencapai camp 4.

Cerita diatas adalah potongan tentang kejadian kecelakaan tragis pendakian di gunung K2.

Menjelang puncak, para pendaki tidak boleh melakukan kesalahan apapun. Seperti tidak memasang kait pada tali pengaman atau mencoba melepas pengaman selama melintas daerah es yang mengantung. Keamanan pendakian gunung tersebut diceritakan di dalam film The Summit.

Film The Summit pernah diputar di TV kabel Norwegia, untuk menghormati pendaki Norwegia pertama mencapai puncak K2. Tapi sebagian pendaki tidak berhasil pulang. Bila anda ingin menonton, film ini sempat disebarkan di jaringan Torrent, bisa dicari dengan judul tersebut. Atau sudah ada di Youtube dengan mencari The Summit Movie

Cuplikannya dibawah ini.

Film the Summit pendakian K2 Savage Mountain



+ Thesummitfilm.com

Kalau film pendakian yang timik timik, dapat dilihat di video Pendakian Gunung Gede Jawa Barat